Kamis, 22 Agustus 2019

Review Anime Movie Tenki No Ko - Bernostalgia Penuh Kenangan

 
Review Anime Movie Tenki No Ko


 21 agustus 2019, yah waktunya adalah review anime movie tenki no ko.

 Yang merupakan karya terbarunya sang maestro, sutradara ternama makoto shinkai

 Tentu anime movie ini sudah dinanti-nantikan penayangan nya di bioskop lokal dan akhirnya hari ini pun tiba.
 
 Dan saya selaku penulis disini, baru saja nonton di bioskop yang saya datangi hanya untuk anime movie tertentu saja.

 Dengan durasi 114 menit, apa yang dapat diceritakan dalam kisahnya ???

 Secara ringkas, tenki no ko awalnya berkisah tentang morishima hodaka, datang ke tokyo karena bermasalah dengan keluarganya dari suatu pulau.

 Dengan alasan palsu ingin mendatangi saudaranya.

 Pertama kali ia kenal dengan keisuke suga karena kejadian tak terduga, membuat keduanya akrab sejenak sebelum berpisah.

 Cerita sesungguhnya dimulai ketika kodaka menjalani kehidupan tokyo yang "keras" dan banyak hal-hal tak terduga sebelumnya.

dan semuanya dimulai ketika seorang gadis memberikan nya "makanan gratis".

First Impression: Permulaan
 
 Jika kamu sebelumnya sering nonton anime movie seperti kimi no nawa, HAL, sakasama no patema dan lainya.

 Tentu sudah tidak asing dengan permulaan cerita seperti ini.

 Sebelum cerita mulai dari 0 alias dasar. akan ditampilkan moment terpentingnya dalam durasi tertentu. dan moment yang dipilih tersebut nantinya akan memberikan pengaruh paling besar dalam ceritanya.

 Dan cuplikan tersebut akan mewakili seperti apa cerita nya secara keseluruhan yang diterangkan dalam waktu yang singkat

 Lalu ketika anime ini mulai memasuki tahap dasar, ada sedikit hal menarik yang hanya ada di dalam karya makoto shinkai kali ini, yaitu "laut".

 Setelahnya mungkin akan diperlihatkan cerita ciri khas buatan sang sutradara, yang mungkin sudah menjadi karakteristiknya tersendiri. yaitu "tokyo".


Pacing

 Lalu hal menarik lainya adalah pacing, dimana banyak hal-hal yang dipercepat disini. namun hal itu sendiri tak membuat saya gagal paham.

 Tapi justru malah menjadikan sinematografisnya diracik kian mengagumkan, cukup mewakili karakteristik tokyo dan orang di dalamnya yang punya ciri khas cepat, ringkas, dan terbatas.

 Namun tetap terasa padat, karena tiap detik waktunya memang memperlihatkan scene yang menjadi nilai tambah untuk memperkuat dasar cerita dan perjalanan karakter nya.

karakter

 Kalau untuk bagian ini. Hmm bagaimana yah jelasin nya yah.

 Oke jadi begini. untuk karakternya sendiri, secara keseluruhan tidak diperdalam latar belakangnya. karena sudah saya katakan semuanya terkesan ringkas dan padat.

 Hal ini otomatis berdampak pada kilas balik yang lebih sedikit, dan tentunya ada bagian-bagian tertentu yang tetap memperlhatkan moment masa lalu. sudah jelas durasi kilasnya terasa ringkas.

 Lalu dari segi pengenalan dan keterkaitan satu sama lain diantara karakternya, bisa dikatakan banyak hal tak terduganya. dan tentu semuanya terjadi begitu logis dan tetap berjalan natural.

 Tapi disisi lain akan membuat moment pertemuan dua lakon utamanya agak terkesan mainstream.

 Bagi kamu yang dulunya terpukau dengan cerita kimi no nawa karena cara pendekatan dan pengenalan karakter nya yang jauh lebih anti-mainstream.

 Maka saya tegaskan hal ini berbanding terbalik dengan tenki no ko yang cara pendekatan karakter nya lebih ke arah "normal".

 Walau demikian tentu anime movie ini punya kelebihan lain, yaitu interaksi karakter itu sendiri yang lebih intens.

isi

 Untuk bagian inilah yang membuat ceritanya saya klaim gak kopong dari awal, bagian tengah hingga inti cerita.

 Karena awal impressi nya sudah padat, namun cukup menjelaskan apa yang terjadi. Apa hubungan kedua karakternya pada bagian awal, lalu apa yang mereka lakukan setelah saling kenal.

 Kenangan apa yang telah terjadi,hingga kejadian-kejadian menakjubkan apa yang telah dilalui bersama. Tentu disana ada suka, ada senang dan ada sulit,  pahit bahkan sedihnya.

Dampak

 Semua terjadi pasti ada sebab akibatnya, semua tindakan dan pekerjaan pasti akan memberikan dampak. baik secara langsung atau perlahan.

  Dan pada bagian ini, sepertinya dampak tak dirasakan langsung oleh mereka yang terlibat dengan "pekerjaan hebat".

 Namun nantinya, waktu yang akan menjawab, kapan dampak itu terlihat dan dapat dirasakan.

Baca Juga: Review Anime Keijo !!!

 Jujur, bagian inilah yang paling saya tunggu dan penasaran apa dampak yang akan ditimbulkan.

 Karena semenjak nonton kimi no nawa, saya menilai karya makoto shinkai tidak terjadi begitu saja. dan semua terjadi tentu memberikan sebuah dampak.

 Akhirnya setelah saya menonton setengah lebih. baru terbongkar deh, rasa penasaran saya.

Ekstrem

 Kalau di review kimi no nawa tulisan saya dulu, disana saya berikan tagline "tentang waktu, ingatan, dan tindakan yang mampu mengubah segalanya". yang membuat kesan nya sangat kompleks.

 Hal itu lain lagi dengan tenki no ko yang lebih menonjolkan tindakan dan "belajar mandiri".

 Khusus untuk tindakan nya, disini kesan nya jauh lebih ekstrem, lebih gila, lebih "melawan" dari karya makoto yang lainya.

 Karena aksi yang ditonjolkan sukses buat saya tegang dan terbawa emosional.

 Pemicunya bisa dikatakan nasib salah satu karakternya yang tidak beruntung dan selalu dihimpit dengan kejadian-kejadian tidak terduga yang merugikan.

 ketika ingin melakukan hal penting, namun mendapat halangan yang kuat. disitu saya ikut merasa greget.

 Intinya aksi yang dilakukan karakternya pada bagian klimaks cerita begitu ekstrem dan penuh resiko.

dunia atau kamu

 Bagian akhir.

 Mungkin akan banyak kejadian yang menakjubkan disini, saya tulis diatas "dunia atau kamu" yang tandanya adalah tentang pilihan.

2 hal yang sulit dipertimbangkan, namun harus tetap ditentukan. mungkin pada bagian inilah. salah satu moment-moment anti-mainstream nya terkesan "menggelegar".

 Hadir begitu mendadak, memberikan kejutan yang instan secara berulang. dijamin mantap dah jika kamu mengharapkan sebuah klimaks di bagian akhir itu hadir secara tak terduga.

 Lalu untuk endingnya. tenki no ko jauh lebih jelas, tegas dan siapapun mudah memahami ceritanya dari awal nonton hingga akhir walau hanya sekali nonton.

 Hal ini berbeda dengan apa yang saya rasakan ketika nonton kimi no nawa. pertama nonton gak paham apa yang telah terjadi, hanya terpukau grafis dan tragedinya.

 Lalu ketika ditambah 2 kali rewatch, baru tau ceritanya secara detil dari satu moment ke moment lainya ternyata memiliki keterkaitan.

 Hal ini membuat ending tenki no ko saya katakan mainstream.

 Namun saya yakin kamu akan kesulitan menebak apa yang terjadi di akhir ( itupun jika memang belum terkena spoiler ).

bernostalgia penuh kenangan  

" Lalu apa alasan nya baru sekarang membahas tagline nya" ??

Oke, saya memang sengaja menyisakan bagian ini di akhir.

 Dimana setelah nonton tenki no ko dari awal hingga akhir, rasa-rasanya kok buat saya telah bernostalgia.

 Dan perasaan itu ternyata tidak bohong.

 Sudah pasti yang buat nostalgia karena ada moment-moment dari anime movie karya makoto shinkai lainya di tenki no ko.

 Seperti kumou no muko yakusoku no basho dengan "langit" dan "cuaca cerah" nya. 5 cm per second dengan "salju" nya, hoshi ou wo kodomo dengan "langit" nya, kotonoha no niwa sudah jelas dengan "hujan" nya dan kimi no nawa dengan "tokyo" nya itu sendiri.

 Dan sebagai bonus: salah satu karakter nya mengingatkan saya dengan "pria gunung".

Penutup

 Masih lebih banyak hal yang menjadi misteri dan sengaja saya tutupi mengingat tenki no ko ketika saya tulis ini masih dalam keadaan tayang di bioskop lokal.

 Saya sengaja hanya mengupas "kulit luarnya" saja. agar kamu merasa tertarik dan mana tau setelah baca review saya ini langsung ada yang mau nonton ke bioskop hehe.

 Point lainya yang belum saya bahas misal theme song, insert song, backsound soundtrack, sound effect, grafis, sinematografis, sudut pengambilan moment atau scene hingga penyajian latar belakangnya yang masih luas untuk diperbincangkan.

 Untuk sisanya, saya serahkan kamu untuk membuktikan nya sendiri dengan menonton langsung, apakah artikel saya bualan semata, atau malah mewakili tenki no ko itu sendiri walau dijelaskan secara bias,

Baca Juga: Rekomendasi Theme Song Anime bernuansa Romantis

 Toh, silahkan berkomentar dan berikan tanggapan nya. tentang anime movie karya makoto shinkai terbarunya ini. mungkin saja diantara kamu ada yang satu pemikiran dengan saya, hehe ^_^ .

Next

Previous
This Is The Oldest Page

Related